Senin, 22 September 2008

gersang,,itulah hatiku!! laksana padang tandus yang tak pernah merasakan kesegaran hujan. tiada kutemukan oase yang mampu memberikan kesegaran, tiada pernah kurasakan belaian angin "surga" yang mamapu me"ninabobo"kan diriku dalam kenyamanan.

Senin, 21 Januari 2008

tempe oh tahu

"Tahu tempe 'nak rasane"
Kutipan lagu yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat kita yang mengidolakan tahu dan tempe karena harganya murah tapi menjadi konsumsi wajib yang mengandung protein bagi masyarakat di Indonesia.
Sebuah ironi yang terjadi di bumi Indonesia tercinta ini. sebuah negara yang mengklaim dirinya sebagai negara agraris. Namun ketahanan pangan masih menjadi masalah yang tak kunjung selesai. Bangsa yang pernah menerima penghargaan dari PBB karena telah swadaya pangan,kini dalam keadaan yang paradoks. indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri sehingga harus mengimponya dari negara lain.
Saat ini masyarakat tersentak dengan naiknya harga tahu dan tempe-setelah sebelumnya dikejutkan atas klaim jepang yang telah mematenkan tempe-. Hal ini disebabkan harga bahan bakunya (kedelai) naik sekitar 100 persen. para produsen memprotes kenaikan harga kedelai. Direspon pemerintah dengan menurunkan bea masuk hingga 0 persen.
Mengulang pernyataan di atas, sebuah negara dalam keadaan paradoksial. Salah siapa ini? sebuah pertanyaan yang harus menjadi sumber introspeksi diri. Tidak tercukupinya kebutuhan kedelai dalam negeri karena petani enggan menanam kedelai. harga jual kedelai lebih rendah dibandingkan degan padi dan jagung. Jalan yang musti ditempuh yakni impor. seperti kebanyakan kasus-kasus yang lain, bangsa kita ini tipikal reaksioner. Hanya bereaksi apabila ada masalah dan tanpa penyelesaian jangka panjang.
Negara kita dianugerahi lahan yang luas dan subur. pemerintah harus mencari solusi atas semua masalah ini. Sistem tumpang sari bisa menjadi satu solusi yang cukup membantu. seperti yang telah dikampanyekan oleh menteri kehutanan. selain it, para ilmuwan dituntut menciptakan varietas-varietas unggul. dan peran pemerintah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat dan mendukung penuh jalanya perubahan.

Kamis, 17 Januari 2008

peralihan semester

semester awal telah berlalu. Roda terus berputar dan kehidupan akan terus berjalan seiring dengan perputaran jarum jam. Semangat dan harapan serta cita-cita tetap menggelora di dada. Proses adaptasi belum sepenuhnya sukses. Rasa sungkan, minder, rasanya harus mulai dikikis. Menetapkan kosentrasi adalah hal yang harus dilakukan, selain daftar ulang dengan membayar sejumlah uang-prosedurnya-, pemilihan kosentrasi menjadi sebuah pertimbangan pula.
dengan kedaan serta suasana yang mendukung-kasus yang menimpa jurusan-paling tidak harus menjadi pelecut semangat untuk memulai kehdupan yang lebih baik. Pemuda ini akan terus menjalani proses kehidupanya. Proses untuk menjadi seorang tokoh ataupun kawula, kelak kemudian hari.Untuk menjadi individu yang matang, haruslah melalui tempaan kehidupan yang keras dan menantang.

Senin, 07 Januari 2008

selamat pagi


Apa kabar mantan bapak pembangunan kita? dengan tubuh yang tergolek lemas tak bertenagakah? atau dengan jiwa yang masih mampu menerawang jauh ke depan?

yang jelas kini, ia masih berbaring di atas kasur yang empuk, di ruangan yang super nyaman, dijenguk oleh pejabat-pejabat penting di negeri ini. Ditangani oleh dokter yang berpengalaman. betapa luar biasa karisma pak Harto, betapa orang masih mengingat jasa-jasanya. Semua orang mendoakan demi kesembuhanya. 32 tahun bukanlah waktu yang singkat, bagi manusia untuk mengenal seseorang, terlihat kini bagaimana perhatian yang diberikan untuk orang yang telah memimpin selama itu. Doa bersama dilakukan dimana-mana. Terlepas dari segala tindak kesalahan yang pernah ia lakukan, terlepas dari segala bentuk pelanggaran HAM yang pernah ia terapkan. Doa pun terlontar dari dalam hati, Tuhan siksalah Ia di dunia, namun jangan di akhirat kelak, jadikan keturunanya berada di jalan yang lurus. Amiiin

Senin, 31 Desember 2007

tahun telah berganti. kehidupan terus berjalan seperti biasa. bangsa ini masih menghadapi berbagai problema kehidupan. para fakir masih berjuang mencari sesuap nasi, yang kaya masih semangat menumpuk harta. segala macam bencana alam, masih membayangi kehidupan bangsa ini. akankah tahun 2008 ini akan membawa suatu perkembangan di segala aspek kehidupan kita? pertanyaan yang layak untuk ditanyakan kepada diri kita masing-masing. maukah kita berusaha, minimal memajukan diri kita sendiri dan lingkungan sekitar kita. TUHAN tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka mau mengubah nasib mereka sendiri.

Kamis, 27 Desember 2007

saat gelisah mengahampiri
saat ragu memanggil

kemanakah hati ini akan terpaut
kemanakah pilihan akan jatuh

kemana
kemana

aku hanya bisa bertanya-tanya
tanpa tahu jawabnya

ah luweh,, kata orang jogja

tapi aku tak bisa begitu saja pergi,
tanpa tahu sesuatu!!

gelisah dengan apa?

melanjutkan kasus TEMPO.
peristiwa ini cukup membuatku berpikir, institusi yang memiliki nama besar, harus tercoreng dengan hal ini. media (TEMPO), dalam beberapa edisi selalu menyoroti masalah ini. poster propaganda telah diedarkan untuk menciptakan wacana di seputar kampus. dukungan mengecam dan menyesali penelitian yang dilakukan oleh jurusan komunikasi (jurusanku) datang dari beberapa pihak. Pusat Studi Kajian Hukum UGM, mendukung aksi yang mengatas namakan komunike bersama yang terdiri dari berbagai komunitas dan persma di Yogya. Puat kajian HUkum bahkan merencanakan membuat penelitian tandingan. mereka menyesalkan aksi korupsi yang dibungkus dengan penelitian akademis, untuk membenarkan aksinya.
eka syaputra(PU BPPM BALAIRUNG), saat diwawancarai TEMPO, menyatakan bahwa ini ancaman bagi dunia pers, pers saat ini kalah dengan pemilik modal.